Sensasi Manis Pedas Masakan Melayu

Ingin merasakan sensasi beragam masakan khas daerah? Di sini tempatnya. Anda bisa menikmati berbagai masakan khas Indonesia dan juga masakan khas Melayu.

Jika Anda ingin merasakan suasana berbeda saat berbuka puasa dan menikmati menu berbuka lain dari yang lain, Banjar Grand Ballroom bisa menjadi pilihan. Anda bisa memilih aneka masakan khas Indonesia dan juga aneka masakan khas Melayu.

Banjar Grand Ballroom yang berlokasi di Food Square Banjar lantai 3, Jalan A Yani Km 6,7, Kertak Hanyar Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan , memiliki ruangan luas, dekorasi interior yang apik dan tertata rapi sehingga akan semakin menambah suasana makan menjadi santai dan nyaman.

Selain dilengkapi fasilitas ruangan yang memadai dan mampu menampung banyak tamu, Banjar Grand Ballroom juga selalu mengedepankan pelayanan. Keramahan dalam pelayanan ini membuat pelanggan betah untuk bertahan lama.

Public Relation & Marketing Food Square Banjar, Dina Raisudin, memaparkan saat ini Banjar Grand Ballroom menawarkan Paket Ramadan dan Paket Lebaran. Paket Ramadan yakni untuk berbuka puasa ditawarkan mulai harga Rp 85 ribu.

Di sini Anda bisa berbuka puasa dengan teman, keluarga, kerabat, maupun komunitas. Selain itu bisa pula Anda menggelar buka puasa bersama untuk kalangan perusahaan atau instansi atau kalangan lainnya.

"Kami menyediakan menu berbuka puasa masakan Indonesia dan masakan Melayu. Silakan dipilih sesuai dengan selera masing-masing. Pastinya, kedua menu ini memiliki cita rasa khas, menggoda lidah untuk terus bergoyang," ujar Dina.

Menu masakan khas Nusantara tentunya sudah banyak yang kita ketahui, selalu dicari dan disuka semua orang. Salah satu menu yang banyak disuka adalah pepesan ikan. Sedangkan menu masakan khas Melayu juga kaya rasa dan berkhazanah seni termasuk keindahan dan kreativitas dalam penyajian makanan.

"Citarasa masakan Melayu salah satunya bercitarasa manis pedas dengan penyesuaian citarasa Melayu-Indonesia yang kaya akan rasa dan aroma," jelas Dina.

Masing-masing menu dimasak oleh chef khusus. Menu Indonesia dimasak oleh chef khusus masakan Tanah Air, demikian pula menu Melayu dimasak oleh chef khusus masakan Melayu.

Berbagai appetizer (makanan pembuka) yang menggugah selera tersedia seperti aneka martabak yang lezat. Selain itu tersedia juga menu-menu lain yang khas Melayu seperti beef rendang, nyonya sambal fish, deef fried kangkung, chicken curry dan menu lainnya yang tidak kalah nikmatnya.

Bagi Anda yang ingin menggelar open house saat Idul Fitri nanti, Banjar Grand Ballroom juga menawarkan Paket Lebaran. Dengan fasilitas ruangan yang luas, dari harga Rp90 ribu/pax, Anda bisa menghadirkan sejumlah undangan untuk bersilaturahmi lebaran.

"Jika selama ini menggelar open house di rumah atau tempat lain, sekarang Anda bisa menggelar acara tersebut di Banjar Grand Ballroom. Tentunya soal konsumsi Anda tidak perlu repot, karena kami siap menyediakan sesuai dengan menu diminta," jelas Dina.

Paket lebaran ini juga menyediakan aneka kue khas lebaran yang bisa Anda pilih dan Anda sajikan untuk para tamu. Pastinya lebaran akan lebih meriah di Banjar Grand Ballroom.


Kreasi Masakan saat Lebaran

Tak terasa lebaran hampir tiba. Semua orang mulai sibuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut lebaran nanti. Mulai dari pakaian, makanan dan kue-kue.

Tapi jangan khawatri bagi anda yang tidak mahir memasak anda dapat membaca buku-buku masakan yang mudah dilakukan. Di Toko Times Plaza Medan Fair , tersedia banyak buku masakan bagi anda. Jika anda ingin masakan yang bernuansa Asia atau Barat, anda bebas memilih disini.

“Masakan Indonesia, Thailand, Jepang, China, Western bahkan Italia juga ada” ucap Ramses, karyawan Times.

Masakan yang tersedia pun bermacam-macam mulai dari kue-kue kering, cake dan dessert, segala jenis makanan berunsur olahan coklat, biskuit, olahan makanan dari umbi-umbian, makanan untuk kaum vegetarian, kripik, es krim, segala olahan daging, satai, salad, puding dan masih banyak lagi.

Di dalam buku ini tersedia banyak ganbar di dalamnya dan diuraikan cara memasak dari awal sampai akhir. Sehingga anda bisa mengikuti prosedur pembuatannya dengan lebih mudah. Bahkan jika anda tidak tahu cara memasak sama sekali, disini tersedia buku dasar memasak.

Buku ini tersedia dalam bahasa Inggris yang mudah dipahami. Khusus untuk masakan luar, mungkin pembeli akan merasa asing dengan bahan makanan yang ada. Namun anda bisa menemukan bahan makanan tersebut di Supermarket yang khusus menjual bahan makanan impor.

“ Tapi harganya mungkin lebih mahal” katanya.

Bagi anda yang merasa agak susah dengan buku bahasa Inggris, anda tidak perlu khawatir. Disini juga menyediakan buku masakan berbahasa Indonesia. Buku ini juga ada masakan khusus Idul Fitri yang berisi tiga jenis hidangan yaitu hidangan utama yaitu hidangan yang disntap dengan ketupat dan lontong, hidangan sepinggan yaitu masakan yang ringan seperti miso dan bakso dan hidangan penutup yaitu makanan manis seperti kue-kue, cake dan es krim.

“Buku bahasa Indonesia ini adanya terbatas dan bisanya kami menyediakan yang best seller” tutupnya. Jadi selamat berkreasi dengan masakan anda.


Lorin hadirkan sajian khas Lebaran

Bagi anda yang menginginkan untuk menikmati aneka sajian khas lebaran, Hotel Lorin menyediakan Lebaran Brunch yang disajikan secara prasmanan di Sasono Bujono Restaurant pada 30-31 Agustus 2011.

Hanya dengan Rp. 90.000/pax, berbagai hidangan yang disajikan tak hanya menu khas lebaran seperti gulai nangka muda, opor ayam, ketupat, sambal goreng ati, rendang daging, bebek sambal hijau, krengseng kambing, semur ayam, udang masak mentega, namun juga masakan khas nusantara seperti otak otak, gado gado, pecel ponorogo, selat solo, serabi, mie kocok, bakso, urap sayur dan asinan buah.

“Berbagai sajian ini tentunya menjadi pengobat kerinduan dalam suasana kebersamaan khas Idul fitri yang tentunya sangat dinantikan, terlebih dengan ditunjang venue lagoon dan taman Lorin yang indah,” jelas Public Relations Manager Lorin, Kartika Oktavia Pravitasari dalam rilis yang diterima Espos, Senin (22/8/2011).


Atasi Masalah Pencernaan Saat Lebaran dengan yang Alami

Hari Raya Idul Fitri adalah saat-saat yang ditunggu oleh seluruh umat Islam. Pasalnya, saat itu seluruh umat Islam merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa. Perayaannya bermacam-macam, mulai dari tersedianya aneka makanan nan lezat, jalan-jalan hingga menggunakan busana serbabaru.

Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa, momen Idul Fitri merupakan saat yang ditunggu oleh umat Islam, khususnya menjalankan ibadah puasa. Selain bisa bermaaf-maafan, bersilaturahmi dengan orangtua, saudara, teman, sahabat dan tetangga, tentunya kita sudah tidak perlu lagi menahan makan dan minum.

Sayangnya banyak pihak yang menganggap Lebaran adalah waktu yang tepat untuk bisa bebas sepenuh hati dalam hal mengonsumsi makanan dan minuman. Apalagi didukung dengan kebiasaan setiap rumah tangga pada saat Lebaran menyediakan berbagai macam masakan dan minuman untuk menyambut Idul Fitri.

Saat berada di rumah atau ketika bersilaturahmi ke rumah saudara, teman dan tetangga biasanya seseorang cenderung akan menyantap apa saja yang disajikan. Selain budaya Indonesia yang “tidak bisa menolak” permintaan si tuan rumah, aroma hidangan Lebaran pun sangat menggoda. Boleh saja hal tersebut asal perlu diingat jangan sampai acara berlebaran menjadi berantakan gara-gara gangguan pencernaan.

Gangguan pencernaan bisa saja terjadi karena pencernaan seseorang sebelumnya menjalani puasa dijejali berbagai macam makanan dan minuman dan dalam jumlah yang banyak. Ada beberapa hal yang perlu diketahui supaya acara berlebaran berjalan lancar tanpa adanya gangguan pencernaan. Sebaiknya, hindari mengonsumsi makanan berlemak, berbumbu tajam dan pedas, serta makanan asam yang dapat mengganggu pencernaan. Kalaupun tidak bisa menghindari, setidaknya konsumsilah makanan tersebut dalam porsi yang tidak terlalu banyak, serta sediakan obat sakit pencernaan meredakan keluhan sekitar perut jika tiba-tiba masalah pencernaan menyerang.

Ada sejumlah gejala yang menyebabkan masalah pencernaan, seperti sakit perut, mulas, nyeri, kembung yang berujung pada masalah buang air berlebihan. Biasanya nafsu makan menurun secara drastis, wajah pucat, suhu badan naik, keluar keringat dingin hingga tubuh menjadi lemas lantaran cairan yang ada dalam tubuh menjadi berkurang. Kalau gejala itu sudah muncul, jangan paksakan untuk memakan semua makanan yang memang menggoda.

Untuk menghindari masalah pada pencernaan atau yang akrab dikenal dengan sebutan diare, cara yang terbaik adalah dengan mengurangi konsumsi makanan yang pedas, makanan yang terbuat dari santan hingga makanan atau minuman yang memiliki rasa asam.

Atasi diare dengan cara alami

Ada baiknya konsumsi obat-obatan saat diare menyerang. Saat ini di Indonesia sudah banyak beredar obat-obatan yang bisa mengatasi diare. Namun, ada baiknya jangan asal pilih obat-obatan. Pilihlah obat diare yang terbuat dari herbal alami khususnya tanaman asli Indonesia yang sudah terkenal khasiatnya hingga ke mancanegara.


Menu Lebaran Ayu Azhari Serba Instant

Hari Raya Idul Fitri pasti menyajikan hidangan istimewa. Namun tidak untuk keluarga Ayu Azhari. Pasalnya, Ayu hanya memesan masakan jadi, tidak ada memasak.

"Masakan lebaran nggak terlalu spesial. Paling ketupat dan sayur pepaya. Biasanya ibuku yang buat. Tapi karena ibu sudah meninggal, mungkin nanti beli kali," ujar Ayu di kawasan Kramat, Jakarta Pusat, Kamis (18/8).

Ayu mengaku tak pandai memasak. Apalagi memasak sajian makanan tradisional, wanita kelahiran 41 tahun silam ini tak pandai.

"Kebetulan untuk masakan seperti itu aku bukan ahlinya. Sekarang mah, pesan saja. Aku masak sih, bisa tapi yang simple seperti spaghetti, sup, nasi goreng," sambung istri Mike Tramp ini. "Kalau suami suka masakan restoran. Jadi kalau dia kepengen, kami tinggal pesan saja," imbuhnya.


Maudy Koesnaedi Boyong Opor ke Belanda

Artis Maudy Koesnaedi berencana merayakan lebaran di negeri suaminya, Belanda. Dia bersama sang suami, Erick Meijer dan anaknya Eddy Malik Meijer, akan berangkat ke negeri Kincir Angin tersebut menjelang Lebaran hingga hingga waktu yang belum ditentukan kapan pulangnya.

"Tahun ini saya mudiknya ke kampung suami ke Belanda. Gantian saja kan yang di Belanda juga lebaran," tegas Maudy Koesnaedi di premier film 5ELANG di XXI Gandaria City, Jakarta Selatan, Minggu (22/8/2011).

Seperti keluarga lain, Maudy biasanya selalu menyediakan kue dan masakan-masakan khas lebaran untuk keluarganya di rumah. Ketupat sayur, lontong, opor ayam, rendang, sambel goreng ati, keripik kentang biasanya adalah menu yang selalu ada saat berkumpul.

Serasa ada yang kurang kalau tidak ada menu tersebut di meja makan, saat lebaran tiba. Karenanya dia mengusahakan tetap menyediakan masakan khas tersebut, saat berada di Belanda. Bahkan jika tidak memungkinkan, berencana membawa langsung dari Indonesia.

Apa tidak kesulitan mbak bawanya? "Kalau packingnya sudah bener sih nggak yah," pungkasnya.


Opor Ayam, Ciri Khas Hidangan Lebaran

Selain ketupat dan sayur godog betawi, opor ayam merupakan sajian istimewa lain pada hari raya Idul Fitri. Hampir sebagian besar masyarakat memasak hidangan ini untuk disantap bersama sanak keluarga sepulang dari salat id.


Opor ayam memang paling nikmat disantap sebagai teman makan ketupat saat Lebaran. Potongan daging ayam yang empuk hingga tulangnya berpadu dengan gurihnya kuah santan membuat hidangan spesial ini selalu digemari. Masakan yang satu ini sangat dikenal di Indonesia.

Opor ayam diklaim berasal dari daerah berbudaya Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur sebelah barat. Meskipun demikian, bukan berarti masakan ini kalah pamor di daerah lain. Bahkan, masing-masing daerah memiliki kekhasan sendiri dalam memasak opor ayam.

Seperti masyarakat Betawi yang mengolah opor lebih kental dan berbumbu. Opor ayam sebenarnya adalah ayam rebus yang diberi bumbu kental dari santan yang ditambah berbagai bumbu. Dalam membuatnya, digunakan dua jenis santan; kental dan encer. Sebab, jika hanya menggunakan santan kental sejak awal, maka santan akan pecah.

Dan, jika terlalu sering mengaduknya, daging ayam malah akan tercabik sehingga merusak penampilan. Adapun bumbu yang digunakan seperti sereh, lengkuas, jinten, kemiri, ketumbar, dan sebagainya.


Kue Kering "Made In" Titi Kamal

Lebaran tak lengkap kehadirannya tanpa aneka macam kuliner khas yang biasa disajikan. Kue kering misalnya, merupakan sajian tepat bagi tamu yang biasanya berkunjung ke rumah saat hari kemenangan tiba.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pesinetron Titi Kamal membuat sendiri kue kering agar Lebarannya terasa lebih semarak. "Sekarang aku lagi sibuk belajar bikin kue kering. Kayak kue nastar, atau kue-kue lainnya yang biasa disajikan saat Lebaran. Aku pengin bisa bikin kue kering sendiri agar Lebaran tahun ini lebih semarak," kata Tikam, begitu ia disapa, saat ditemui di Kawasan Menteng, Jakarta, beberapa saat lalu.

Istri aktor Christian Sugiono ini rupanya hendak belajar menjadi ibu rumah tangga seutuhnya secara perlahan-lahan. Memiliki keahlian memasak menjadi prasyarat pasti agar suami dan keluarga besarnya bertambah bahagia. "Tapi untuk sekarang ini aku belum biasa ya kalau masak opor ayam. Jangan ditanya. Masih belum jago, he-he-he," sambung Tikam malu-malu.

Ya, harapnya, semoga Lebaran beberapa tahun ke depan, dirinya telah jago memasak opor ayam, masakan khas Indonesia yang hampir selalu ada di saat Lebaran tiba.


Arsip Blog



Diberdayakan oleh Blogger.