Sebaiknya Dicky Chandra Tidak Mundur

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi berharap Dicky Chandra tidak perlu mengundurkan diri dari jabatan Wakil Bupati Garut. Karenanya, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan diharap memfasilitasi komunikasi antara Bupati Garut Aceng Fikri dan Dicky Chandra.

"Saya sudah berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Barat kemarin (7/9/2011) dan salah satunya meminta supaya Gubernur memfasilitasi komunikasi dan mencari solusi dari kendala yang dihadapi keduanya," tutur Gamawan, Kamis (9/9/2011) di Jakarta.

Bila penghalang dalam pelaksanaan tugas adalah masalah komunikasi dan visi yang tidak sejalan, semestinya bisa dicari solusi.

Kendati demikian, bila merasa tidak mampu atau sakit, pengunduran diri bisa dilakukan dengan prosedur yang diatur perundang-undangan. Misalnya, didahului dialog dan disetujui DPRD.

"Mengundurkan diri adalah hak yang bersangkutan, tapi lebih ideal kalau tidak mundur," tambah Gamawan.

Dicky Chandra terpilih melalui jalur perseorangan mendampingi Aceng Fikri untuk jabatan kepala daerah Garut periode 2009-2014. Diduga karena konflik antara bupati dan wakil bupati, Dicky mengundurkan diri dari jabatannya.

Surat pengunduran diri disampaikan kepada DPRD Garut Rabu (7/9). Dicky juga menyampaikan niatnya kepada Gubernur Jabar kemarin.

Mengasah Otak Dengan Bermain Red Remover


Otak jangan terlalu dipaksa untuk berpikir. Untuk mengistirahatkan otak ada baiknya kita bermain asak otak yang dinamakan dengan RED REMOVER (Menghilangkan Merah). Permainan ini ringan namun menarik, karena buth nalar untuk bermain. Berikut ini adalah game (permainan) asak otak RED REMOVER

CARA BERMAIN:

Cara bermain sangat sederhana, namun butuh nalar, semakin tinggi level semakin sulit.

1. Jatuhkan bentuk warna merah
2. Pertahankan bentuk warna hijau.
3. Bentuk warna biru bersifat netral, boleh dijatuhkan, boleh dipertahankan.
Selamat Mengasah Otak Anda!


UI Kalahkan University of Notre Dame dan ITB Raih Bintang 4

Universitas Indonesia (UI) naik ke posisi 217 versi Quacquarelli Symonds (QS) World Class University Ranking (WCUR) 2011/2012. Sedangkan Institut Teknologi Bandung (ITB) dilabeli QS sebagai perguruan tinggi berbintang empat.

“Peringkat tersebut berdasarkan Quacquarelli Symonds (QS) World University Ranking 2011/2012 pada 5 September 2011,” kata Kepala Kantor Komunikasi UI Vishnu Juwono kemarin. UI pada edisi 2011/2012 ini memperoleh skor 45,10. Sedangkan pada edisi 2010/2011 menduduki peringkat ke-236 dengan skor 42,56.

Dengan peringkat barunya, UI juga berhasil melampaui sejumlah perguruan tinggi favorit di dunia seperti University of Notre Dame yang ada di urutan ke- 223 dengan skor 44,8, Mahiodl University Thailand yang ada di posisi ke-229 dengan skor 43,10,dan Sidney University of Technology di posisi ke-268 dengan skor 39,7.

QS adalah sebuah lembaga yang peduli terhadap pendidikan, terutama tingkat perguruan tinggi. Lembaga yang lahir pada 1990 ini berkantor pusat di Utara London dan mempunyai kantor cabang di beberapa kota di penjuru dunia. QS World University Ranking adalah pemeringkatan untuk 500 universitas di seluruh dunia dan sudah berlangsung sejak 2004.

Pemeringkatan QS World University Ranking 2011/2012 menilai pada lima disiplin ilmu, yaitu Arts and Humanities, Engineering and Technology, Life Sciences and Medicine, Natural Science, dan Social Sciences and Management. UI berada pada peringkat ke-142 di bidang Arts and Humanities, pada bidang Engineering and Technology UI pada peringkat ke-232, bidang Life Sciences and Medicine di peringkat ke- 162, serta bidang Natural Science pada peringkat ke-258, juga bidang Social Sciences and Management pada peringkat ke-124.

Sedangkan ITB mendapat label bintang empat dari perusahaan yang sama melalui QS Star Top University.Selain ITB, terdapat sembilan perguruan tinggi di Indonesia yang memperoleh bintang oleh QS Star Top University.Dalam program ini QS meratifikasi puluhan universitas di Indonesia dengan memberikan skor menggunakan simbol bintang.

Adapun poin yang dinilai yakni penelitian, kepegawaian, pengajaran, infrastruktur, internasionalisasi, inovasi, dan keadministrasian. ITB yang mendapat skor bintang paling tinggi karena Kampus Ganesha ini mendapat lima bintang pada poin internasionalisasi dan teknologi engineering.

“Empat bintang pada poin infrastruktur dan inovasi, tiga bintang untuk penelitian, kepegawaian, dan administrasi, serta satu bintang untuk pengajaran,”demikian pernyataan dari QS Star Top University.

Sedangkan ITS mendapat tiga bintang dengan perolehan bintang tertinggi pada poin infrastruktur, inovasi, dan administrasi, yakni sebanyak lima bintang. Empat bintang pada poin kepegawaian, tiga bintang untuk poin internasionalisasi, dua untuk pengajaran, serta satu bintang untuk penelitian. Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Jember (Unej), Universitas Gunadarma (Gundar), Universitas Katolik Parahiyangan (Unpar), Universitas Brawijaya (UB),dan Universitas Bina Nusantara (Binus) mendapat dua bintang.

Samsung Galaxy Tab 7.7 Dirilis

Dalam pameran dagang IFA di Berlin, Jerman, Kamis (1/9/2011), Samsung mengumumkan tablet Android terbarunya, Samsung Galaxy Tab 7.7.

Perangkat terbaru Samsung ini menggunakan platform teranyar Android 3,2 (Honeycomb) dengan ukuran 7,7 inci dan display Super AMOLED WXGA, prosesor dual-core 1,4 GHz, memori berkapasitas 16/32/64 GB (dapat diperbesar lagi dengan kartu memori microSD), dan kamera 3 megapiksel dan 2 megapiksel.

Beragam aplikasi multimedia dalam tablet terbaru Samsung ini memungkinkan Anda untuk menonton video HD 1080p dengan segala kecanggihannya.

Perangkat ini juga dapat berubah fungsi menjadi sebuah remote control universal, yang memungkinkan pengguna mengendalikan TV, DVD player, dan Blu-ray player.

Samsung belum merilis harga ataupun tanggal pasti produk terbaru ini tersedia di pasar.


Tak selamanya aksi sukses memasarkan gadget digondol Samsung. Buktinya, Samsung Electronics di Seoul, Korea Selatan, menyatakan telah menarik komputer tablet baru dari ajang IFA (Internationale Funkausstellung Berlin), pameran elektronik besar di Berlin, Jerman, Senin (5/9). Pasalnya, Jerman menerima pengaduan dari Apple Amerika Serikat ihwal tudingan PC Tablet Samsung yang mengkopi produk iPhone dan iPad milik Apple.

Menurut juru bicara perusahaan seperti dikutip AFP, keputusan Samsung untuk menarik Galaxy Tab 7.7 inci dari pameran tahunan IFA ini dilakukan menyusul perintah pengadilan distrik di Duesseldorf, Jerman. Pengadilan memutuskan bahwa Galaxy Tab terbaru dilarang dijual dan dipasarkan di pasar Eropa. "Samsung menghormati keputusan pengadilan, dan memutuskan untuk tidak lagi menampilkan Galaxy Tab 7.7 di IFA," kutipan pernyataan resmi Samsung Electronics.

Kendati demikian, Samsung berjanji untuk mengambil semua langkah yang bisa dilakukan, termasuk pilihan hukum, untuk mempertahankan kehadirannya di pasar Eropa. Bagi Samsung, keputusan pengadilan distrik Duesseldorf justru membatasi pilihan konsumen di Jerman.

Keputusan pengadilan Duesseldorf dikeluarkan menyusul larangan sementara sejak akhir Agustus terhadap penjualan Galaxy Tab 10.1 Samsung di Jerman. Larangan tadi tetap berlaku sampai pengadilan membuat keputusan akhir.

Sementara dalam pengaduan yang diajukan ke pengadilan di beberapa negara, Apple meminta larangan penjualan dan pemasaran smartphone dan PC tablet dari Samsung dengan alasan produk itu mengkopi iPhone dan iPad. Di saat yang sama, Samsung telah meluncurkan gugatan balik dengan mengklaim Apple secara tak sah menggunakan teknologi nirkabel Samsung.

Sebelumnya, tak kurang dari 27 ribu warga Korsel juga pernah mengajukan gugatan senilai 26 juta dolar AS kepada Apple Inc. Gugatan fantastis itu didaftarkan para warga pengguna iPhone karena Apple dianggap melanggar privasi menyangkut kumpulan informasi lokasi pengguna iPhone.

Para Penerima Gelar Doktor HC UI

Sejak tahun 2009 sampai 2011 ini, Universitas Indonesia (UI) telah memberikan gelar doktor honoris causa (HC) kepada sembilan orang.

Mereka antara lain dari dalam negeri dan luar negeri, dari sastrawan sampai kepala negara. Penentuan gelar doktor ini ditentukan oleh Komite Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa.

Sebagian besar gelar ini diberikan di Kampus UI, namun beberapa di antaranya, termasuk Raja Abdullah bin Abdul-Aziz Al Saud diberikan di negaranya.

Inilah penerima gelar doktor honoris causa (HC) UI itu:
(1) Taufik Ismail bidang Ilmu Sastra diberikan 31 Januari 2009
(2) Taufik Abdullah bidang Ilmu Sejarah diberikan 31 Januari 2009
(3) Isidro F Aguillo Cano bidang Sistem Informasi diberikan 16 April 2009
(4) Prof Dr Daisaku Ideka bidang Ilmu Filsafat dan Perdamaian 10 Oktober 2009
(5) Prof Dr Ing BJ Habibie bidang Filsafat Teknologi 6 April 2011
(6) Abdullah Gul bidang Ilmu Politik 6 April 2011
(7) Kebawah Duli Yang Maha Mulia Sultan Haji Hassanal Bokiah Mu'izzaddin Waddaulah, Sultan dan Yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam bidang Filsafat Kemanusiaan dan Peradaban 21 April 2011
(8) Prof APM Heintz MD Phd bidang Humanistic Medicine 26 Juli 2011
(9) Raja Abdullah bin Abdul-Aziz Al Saud bidang Perdamaian Internasional dan Kemanusiaan 21 Agustus 2011

Senin (5/9/2011), Devie Rahmawati, Kepala Kantor Sekretariat Pimpinan UI mengatakan pemberian gelar doktor honoris causa ini dilakukan dengan syarat yang sama oleh komite yang sama.

Namun polemik muncul ketika Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantro memberikan gelar doktor untuk Raja Abdullah bin Abdul-Aziz Al Saud.

Empat Alasan UI Beri Gelar doktor Honoris Causa Raja Abdullah

Universitas Indonesia (UI) Jakarta menganugerahi gelar kehormatan Doktor Honoris Causa (HC) di bidang perdamaian dan kemanusiaan kepada Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz, Minggu (21/8/2011) waktu Saudi, di negara tersebut. Penganugerahan gelar doktor tersebut diberikan langsung oleh Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. der. Soz Gumilar Rusliwa Somantri dalam satu upacara yang diadakan di Istana Al-Safa, yang dihadiri para ulama internasional, beberapa menteri Arab Saudi, para pimpinan lembaga tinggi Arab Saudi dan para gubernur.

Dari pihak Indonesia hadir Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi Gatot Abdullah Mansyur, Utusan Khusus Presiden RI untuk Timur Tengah Alwi Syihab, Konjen RI Jeddah Zakaria Anshar dan para guru besar UI.




Raja Abdullah menerima gelar tersebut karena dianggap berhasil memajukan Arab Saudi hingga menjadi pusat peradaban Islam moderat, mewujudkan kesetiakawanan negara Arab dan upaya kerasnya dalam merealisasikan perdamaian di Palestina.

Selain itu, Raja Abdullah juga dianggap berhasil mempromosikan dialog antar penganut agama untuk menciptakan perdamaian dunia dan menyerukan para pemimpin Islam dan non Islam untuk menghapus stereotipe teroris kepada agama Islam. Selain itu, Raja Abdullah juga dinilai memiliki peran dalam persoalan kemanusiaan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Berikut adalah pertimbangan-pertimbangan yang membuat Raja Arab Saudi menerima gelar doktor HC dari UI.

1. Raja Arab Saudi dianggap melakukan langkah-langkah modernisasi Islam di Arab Saudi. Contohnya, beliau mendirikan King Abdullah University of Science and Technology yang membolehkan mahasiswa laki-laki dan perempuan kuliah bersama.

2. Raja mendukung pengembangan perekonomian yang berbasiskan energi terbarukan. Untuk mewujudkan ini, Raja membangun sains dan teknologi untuk menghasilkan riset-riset.

3. Raja Arab Saudi dinilai aktif mengembanghkan dialog lintas keagaamaan, utamanya Islam-Yahudi-Kristen. Termasuk juga memberikan pemahaman bahwa terorisme tidak terkait ajaran Islam, namun masalah dimensi ketidakadilan.

4. Raja Arab Saudi juga dinilai aktif mengembangkan perdamaian di kawasan Timur tengah, terutama masalah Palestina-Israel. "Konsep pemikiran beliau disampaikan ke PBB. Meskipun tidak diterima, pemikiran beliau visioner dan berpihak kepada semua pihak," jelas Gumilar.

Gumilar menjelaskan, dalam aturan dan mekanisme pemberian doktor HC dari UI ada perbaikan-perbaikan di masa awal kepemimpinannya yang juga dengan kajian-kajian yang melibatkan unsur-unsur di UI. Perubahan tersebut mengacu pada pemberian HC di luar negeri yang dibuat lebih mudah.

"Termasuk juga dalam kondisi tertentu bisa diberikan di luar kampus. Untuk kasus Raja Arab Saudi ini, kan, karena beliau sudah sepuh. Hal seperti itu juga pernah UI lakukan saat pemberian gelar doktor HC untuk tokoh Buddha di Jepang," katanya.

Menurut Gumilar, sekitar 20 tahun belakangan UI sangat jarang memberikan gelar doktor HC kepada tokoh-tokoh atau orang yang memiliki kelayakan menerima gelar tersebut. Padahal, UI yang masuk dalam kampus berkelas dunia perlu proaktif memberikan gelar doktor HC.

Seperti diberitakan, pemberian gelar HC kepada Raja Abdulah bin Abdul Azis itu dilakukan di Arab Saudi, Minggu (21/8/2011) lalu. Sejumlah kalangan menilai pemberian gelar itu tidak tepat, baik dari pihak internal maupun eksternal.

Selain karena kurang mempertimbangkan pendapat para guru besar (internal), juga berkembang keberatan karena Pemerintah Arab Saudi dinilai melakukan banyak pelanggaran HAM, terutama berkait dengan pemancungan TKI beberapa waktu lalu.

Moratorium Penerimaan CPNS Resmi 1 September 2011

Tiga kementrian terkait sudah sepakat menghentikan sementara alias moratorium penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS), yang berlaku 1 September 2011 hingga 1 September 2012. Rencananya, Mendagri Gamawan Fauzi, Menkeu Agus Martowardojo, dan Menpan-RB EE Mangindaan, menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang moratorium penerimaan CPNS itu pada 24 Agustus 2011.


"Insya Allah akan diberlakukan moratorium dengan pengecualian-pengecualian yang sangat ketat," ujar Gamawan di kantornya, Jumat (19/8).


Meski ada moratorium, namun ada sejumlah pengecualiaan, dengan tujuan untuk menjamin terselenggaranya pelayanan minimal. Misalnya, tetap menerima CPNS bidang kesehatan seperti dokter, untuk menggantikan yang pensiun. Tenaga bidang pendidikan seperti dosen, juga tetap direkrut. Dikatakan Gamawan, untuk PNS tenaga administrasi saat ini sudah membludak.


Dipaparkan Gamawan, jumlah PNS per 13 Mei 2011 sebanyak 4.708.330 orang atau memiliki persentase 1,98 persen dibanding jumlah penduduk sekitar 237 juta orang lebih. Menurut lokasi, jumlah PNS pusat sekitar 916.493 orang (19,5 persen) dan PNS daerah 3.791.837 orang (80,5 persen).


Kebijakan moratorium ini, kata Gamawan, akan disosialisasikan oleh tim reformasi birokrasi kepada gubernur dan bupati/wali kota.


Masa moratorium ini, lanjutnya, akan digunakan untuk menata kepegawaian, misalnya soal distribusi yang belum merata. Nantinya, jika ada kelebihan PNS dalam kabupaten/kota, bisa didistribusikan kepada daerah lain di satu provinsi yang kekurangan. "Sehingga tak harus menambah, tapi menggeser," kata Gamawan.

Hal yang sama juga diberlakukan untuk instansi pusat. Jika kementerian tertentu kelebihan jumlah PNS bidang tenaga administrasi, dilakukan pemindahan ke kementerian lain.



Terpisah, Menpan-RB EE Mangindaan menjelaskan, moratorium ini akan disepakati dalam bentuk penandatanganan SKB oleh tiga menteri terkait itu. Mangindaan pernah mengatakan, moratorium ini bukan berarti pemberhentian seluruh rekrutmen CPNS baru. Ada beberapa pos penting yang tetap membutuhkan regenerasi PNS baru melalu seleksi CPNS. Diantaranya tenaga sipir, tenaga pendidik dan kesehatan.

Sumber : Kementrian Dalam Negeri

Arsip Blog



Diberdayakan oleh Blogger.